Rabu, 04 Januari 2012

never thinking about this thing before


Sore itu, aku duduk di dekat jendela bagian tengah sebelah kanan sebuah bis Damri Jatinangor - Dipatiukur yang akan membawaku ke kampus DU. Sudah berjalan 2 (dua) bulan rutinitas ini aku lakukan. Ya, bolak balik Jatinangor - Dipatiukur - Jatinangor demi latihan konser PSM Unpad yang tinggal hitungan hari lagi. Waktu itu keadaan sehabis hujan. Aspal jalanan daerah buah batu terlihat masih basah. Pohon - pohon juga masih terlihat meneteskan sisa - sisa air hujan yang ada di daun dan dahan-nya.

Tiba - tiba aku tersadar akan satu hal. Aku berada di Kota Bandung! Seorang diri!. Pikiranku langsung melayang ke beberapa tahun terakhir, ketika aku melewati jalanan itu adalah saat liburan di Bandung bersama keluarga. Tidak pernah sendirian seperti ini.

Ya, aku sama sekali tidak pernah merencanakan atau bahkan memimpikan kuliah di Bandung saja aku tidak pernah. Dulu untuk berpikir akan kuliah dimana saja aku tidak sanggup. Yang ada dipikiran hanya Hubungan Internasional di salah satu universitas swasta.

Selain itu, impianku adalah kuliah di Bali. Ya, sambil menyelam minum air. Supaya bisa menyalurkan kecintaanku akan pantai. Tapi, Tuhan berkata lain. Ketika memasukkan pilihan Universitas di formulir SNMPTN, aku tidak bisa memilih Udayana sebagai semua pilihan. Jadilah pilihan kedua aku ganti dengan "Antropologi Sosial - Universitas Padjadjaran". Pilihan pertama tetap pada Hubungan Internasional - Universitas Udayana Bali.

Ketika menjelang test, aku memutuskan untuk belajar lebih serius sedikit. Terutama dalam pelajaran Matematika Dasar. Aku menghubungi saudara sepupu yang cukup mahir dalam urusan Matematika dan syukur Alhamdulillah dia mau membantu. Aku sampai menginap dirumah-nya hanya demi belajar Matematika Dasar.

Hingga akhir-nya aku diterima di Antropologi Sosial Universitas Padjadjaran. Ini bukan perjuangan tanpa usaha seperti yang orang - orang pikirkan. Kalangan ibu - ibu disekitaran rumah berpikir aku ikut jalur mandiri. Atau ada yang bilang "ya jelas keterima, orang pilihnya antropologi"

Mereka tidak tahu, bahwa ratusan orang yang mendaftar di jurusan Antropologi Sosial Unpad. Ratusan ribu peserta SNMPTN, dan aku berhasil menembus-nya dengan USAHA!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar