Jumat, 03 Februari 2012

Far away from my comfort zone, and i did it!

Siang itu, ngablu bbm-an sama Shanty tentang rencana liburan. Omongan ngalor ngidul kemana - mana. Ujung - ujung-nya malah ngomongin orang. Hahahaha. Sampe akhir-nya keputusan bulat dibuat.



-------------------------------------------------------------------------------


20 Januari 2012

pagi itu pukul 4 subuh kita udah berkumpul dirumah lucky untuk kemudian diantar oleh orang tua-nya ke stasiun Kiara Condong, Bandung. Kereta jalan tepat pukul 6.15 pagi. Dari awal udah dibilang kalo perjalanan menggunakan kereta ekonomi ini akan menghabiskan waktu kurang lebih 20 jam untuk sampai di Surabaya. Selama perjalanan kita masih bingung mau gimana selanjut-nya. Stay di stasiun atau gimana. Sampai akhir-nya Rivan mengajukan untuk menginap di rumah bude-nya di Siduarjo.


21 Januari 2012

pukul 00.30 malam kita sampai di stasiun (saya lupa nama-nya) di Surabaya. Kami memutuskan untuk naik angkutan elf untuk menuju rumah bude-nya Rivan. Kita diturunin di daerah pabrik paku dan memutuskan untuk berjalan membelah malam Surabaya untuk sampai di tujuan. Setelah berjalan cukup jauh, ternyata lokasi yang dituju berada 3 KM dari tempat kami diturunkan. SHIT! jalan kaki tengah malam sejauh 3 KM dengan bawaan yang cukup berat, masih menggunakan celana jeans Nudie, sandal birken dan malam itu gerimis. PERFECT! hahahaha. Saya berusaha untuk tetap stay cool dan terlihat enjoy. Karena kalo saya mengeluh, bisa menimbulkan perasaan tidak enak terhadap anak - anak yang lain.

Akhir-nya setelah perjalanan berjalan kaki yang sangat jauh bagi saya itupun berakhir. Kita sampai di tujuan dengan selamat. Yang kamu pikirkan hanya ingin meluruskan kaki - kaki ini. Kami tertidur sekitar pukul 2 pagi. Ya, kami berjalan kaki selama satu jam.

Ketika terbangun, bude sudah menyiapkan makanan yang amat banyak di meja makan. Lalu saya berpikir, ini bukanlah backpackeran yang sesungguh-nya :p

Bude juga sering melibatkan diri dalam percakapan kami, dan memberi nasihat bagaimana cara untuk ke Banyuwangi yang aman dan lain - lain.

Dan ternyata tiket kereta ke Banyuwangi sudah habis karena sudah mendekati liburan panjang Imlek. Akhir-nya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus di siang hari. Bude menjanjikan perjalanan menggunakan bus hanya memakan waktu 5 jam. Tapi kenyataan-nya dijalan mencapai 10 jam lebih hahaha.


22 Januari 2012

Pukul 1 tengah malam kami sampai di Banyuwangi. Begitu sampe semua langsung beristirahat. keesokan hari-nya, kami mulai terbangun satu persatu. Setelah sarapan, kami pergi untuk menjelajah Kabupaten Banyuwangi terlebih dahulu. Hari itu pilihan kami jatuh kepada daerah Kali Bendo, Banyuwangi. Wisata sungai yang kami tuju. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, kami sampai di lokasi yang dituju. Kami memutuskan untuk menyewa tikar disana untuk duduk - duduk santai menghirup udara hutan Jawa Timur yang masih sangat terjaga. Keindahan sungai dengan arus yang deras, dan pepohonan yang tinggi dirusak seketika dengan ada-nya seorang pria jawa gondrong berusia kira - kira 27 tahun berniat untuk berenang hanya dengan menggunakan celana dalam berwarna kuning. Sigh. Inhale, Exhale.




Setelah si oknum pria hilang entah kemana, saya memutuskan untuk turun ke sungai. Tapi tidak untuk berbasah - basahan. Sekedar membasuh kaki dan memotret momen yang sedang terjadi. Ketika sedang ingin mengambil gambar Tito dengan segerombolan teman Banyuwangi-nya, saya terpeleset jatuh cukup keras di batu - batu sungai. Sakit tidak sebanding dengan malu yang menohok saat itu. Akhir-nya pun memutuskan untuk berenang di sungai setelah kepalang basah. Lalu saya mulai tertarik untuk main perosotan alami di sungai tersebut. Namun karena memulai pada posisi start yang salah, alhasil bokong saya menghantam batu sungai dengan amat kencang. Hingaa blog ini di turunkan, masih sering terasa sakit diarea belakang itu -_-

Malam-nya, kami menikmati pusat kota Banyuwangi di alun - alun. Keadaan disana sangat ramai dan bersih. Hampir seperti taman kota yang ada di Jakarta. Hampir seperti taman menteng jika saya perhatikan :)





23 Januari 2012

Hari ini, agenda kami adalah pergi ke salah satu pantai di daerah Banyuwangi. Awal-nya kami berencana untuk mengunjungi pantai pulau merah, tapi karena terlalu jauh dan hujan, kami memutuskan untuk hanya mampir ke pantai Banyuwangi, dekat pelabuhan Ketapang. Dari pantai ini, pulau Bali sudah terlihat cukup jelas. Hanya berjarak 30 menit jika menumpang kapal fery. Setelah cukup puas bermain, kami memutuskan untuk istirahat karena besok pagi akan melanjutkan perjalanan ke Bali :)



24 Januari 2012

Perjalanan ke Bali dimulai!

Kira - kira pukul 9 pagi kami menyebrang dari pelabuhan Ketapang menuju pelabuhan Gilimanuk. Setelah menikmati perjalanan di kapal Fery terbuka selama 30 menit, kami harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Denpasar. Perjalanan kali ini memakan waktu 3-4 jam. Cukup seru karena perjalanan darat menyusuri pinggiran Bali menggunakan bus baru pertama kali ini saya lakukan. Setelah sampai di Denpasar, perjalanan dilanjutkan dengan mencarter mobil untuk menuju Kuta. Carter mobil dipilih karena jumlah kami yang cukup banyak dan jika menggunakan taksi akan memakan uang extra.

Kami sampai di pantai kuta sekitar pukul setengah 5 sore. Selagi yang lain mencari penginapan, saya dan beberapa teman duduk - duduk santai di pantai kuta menikmati sore pertama kami. Cuaca diujung sana mendung, sehingga sayang sekali kami harus merelakan ketiadaan sunset sore itu. Tak lama, kami dipanggil untuk langsung menunju ke penginapan. Cara ini kami pilih agar terhindar dari calo - calo hotel di daerah poppies, Kuta Bali.

Setelah sampai hotel, pembagian kamar dilakukan. Saya sekamar dengan Rifky. Kami memutuskan untuk beristirahat dan berkumpul di pendopo ruang makan hotel pukul 8 malam. Malam-nya, kami pergi ke tugu bom Bali 1 di legian. Setelah mengabadikan beberapa foto, tanpa agenda yang jelas kami hanya berjalan kaki disepanjang legian hingga kuta, dan duduk - duduk minum bir di salah satu tempat yang lokasi-nya tepat di pinggir pantai kuta. Untuk penetralisir saya membeli slurpee rasa sarsaparilla.

Sekitar pukul 12 kami memutuskan untuk kembali ke hotel karena masih merasa sedikit lelah. lalu kami pun tertidur di kamar masing - masing.


25 Januari 2012

Setelah menyantap bananas pancake untuk sarapan, kami memutuskan untuk bermain di pantai kuta. Sesampai-nya di sana, kami memesan beberapa botol bir lokal. Karena masih merasakan sedikit sakit di sekujur badan, saya memutuskan untuk membeli jasa ibu - ibu pemijat di pantai.

Pagi itu, angin pantai berhembus sangat kencang. Kursi - kursi yang terbuat dari plastik pun ikut terbawa angin. Butiran pasir terasa sakit di kaki dan tangan. Angin benar - benar kencang. Sambil dipijat, saya membiarkan panas matahari berada di kulit tubuh saya, tanpa memikirkan bahwa kulit ini sudah cukup hitam dan gelap.


Sudah cukup puas bermain dari pagi hingga siang, kami kembali ke hotel dan sebelum-nya sudah membeli nasi bungkus untuk santap siang. Sore-nya, kami kembali ke pantai kuta untuk mengejar moment matahari terbenam. Namun sayang mendung masih menggantung di langit - langit hingga proses matahari terbenam itupun harus rela terlewatkan. Setelah cukup gelap, kami kembali ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar.

Pukul 9 malam, kami berkumpul di pendopo dan memutuskan untuk mengunjungi tempat hiburan di legian. Tujuan awal adalah mengunjungi SKY GARDEN, namun karena tempat tersebut penuh dan fee masuk yang cukup mahal, kami beralih ke MBARGO. Setelah berada di tempat tersebut selama kurang lebih 5 jam kami pun pulang ke hotel untuk beristirahat. Sesampai-nya di hotel, baru efek dari minuman - minuman tadi terasa. Kami mulai tertawa terbahak - bahak tanpa alasan yang jelas. Setiap hal kecil dijadikan bahan tertawaan. Bawaan dari tequila shot yang kami minum berkali - kali mungkin.


26 Januari 2012

Hari ini, agenda kami adalah belanja oleh - oleh di pasar Erlangga 2 Bali. Tempat oleh - oleh ini sangat highly recommended. Selain tempat-nya full air conditioned, barang yang ditawarkan sangat banyak dengan harga yang sangat murah. Mulai dari Rp.3.500/pcs hingga Rp.100.000/pcs. Setelah berada di tempat tersebut selama 2 (dua) jam, kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu. Dalam perjalanan kami melewati beberapa fakultas dan rektorat Universitas Udayana Bali, kampus impian saya dulu.

Setelah sampai di Uluwatu, tujuan utama adalah pantai padang - padang yang merupakan lokasi shooting film Eat,Pray,Love. Sesuai dugaan saya, karena jalan kesana masih sangat asri pantai-nya pun masih "perawan". Kami menghabiskan waktu untuk duduk - duduk santai, berfoto, dan sesekali bermain air. Sayang sekali hari itu ombak sedang pasang dan para pengunjung dilarang untuk berenang.


Setelah sangat puas bermandikan sinar matahari yang cukup terik disana, kami melanjutkan perjalanan ke pura Uluwatu. Setelah membayar biaya masuk sebesar Rp.3.000/orang kami diharuskan memakai kain penutup kaki. Di dalam kawasan ini kami tidak lupa untuk kembali berfoto - foto. Dan sesekali gerombolan monyet yang banyak berada disana menganggu para pengunjung yang datang. Kali ini kami sangat beruntung, dapat menyaksikan matahari terbenam dari atas tebing di lokasi paling selatan Pulau Bali. Ditemani suara ombak dibawah tebing dan alunan suara musik yang mengiringi tarian kecak di panggung pentas, tepat dibelakang kami. Di kejauhan, atap puta terlihat terkena bias cahaya matahari.




Kami kembali ke mobil setelah langit sudah benar - benar gelap. Disini kami tidak berhenti mentertawakan hal - hal yang tidak penting, "No! you step sister" Hahahaha.

Setelah itu kami makan di salah satu warung nasi bali di pasar Uluwatu. Porsi yang sangat besar dengan harga yang murah. Porsi mahasiswa. Sepanjang perjalanan pulang kami tidak berhenti bercanda dan tertawa. Tidak sedetikpun berhenti.


27 Januari 2012

Pagi ini, (tadi-nya) adalah hari terakhir kami di Bali, namun karena masih merasa kurang puas, kami memutuskan untuk tinggal satu hari lagi di Bali, yang berarti harus menggunakan dana cadangan untuk satu hari ekstra di Bali. Namun karena kami hanya membayar hotel hingga siang ini, kami memutuskan untuk pindah hotel dihari terakhir ini. Dari daerah Poppies Lane 1 kami pindah ke Poppies Lane 2, tepat di belakang Kutabex. Posisi hotel hari ini lebih dekat ke pantai Kuta. Hari terakhir kami gunakan untuk relaksasi seperti berenang atau bahkan hanya bersantai di pantai. Anak - anak pergi ke pantai terlebih dahulu di siang hari. Saya dan Shanty berjanji akan menyusul jika sore sudah tiba. Setelah selesai beristirahat di kamar masing - masing, saya dan Shanty berjalan berdua menyusul yang lain ke pantai. Kami mampir ke Kutabex untuk membeli beberapa potong roti boy dan dua gelas pepsi besar di KFC.

Karena pantai yang cukup luas, kami kesulitan mencari keberadaan anak - anak yang lain. Telfon tidak diangkat, sms tidak dibalas, dan bbm pun tidak ada yang dibaca. Namun akhir-nya kami menemukan mereka tepat ditengah - tengah garis batas lifeguard pantai Kuta. Ketika tiba disana, mereka sedang membangun "istana pasir" yang sangat besar, sehingga mengundang perhatian turis turis asing di sana. Tidak sedikit pula yang mampir melakukan stop-by dan melihat - lihat "istana pasir" yang mereka buat.

Sisa-nya, kami hanya duduk - duduk hingga malam datang dan kembali ke hotel. Di hotel kami berbincang - bincang di teras sambil tetap tertawa karena hal yang tidak jelas. Tak lama kemudian, hujan cukup besar datang disertai dengan angin yang cukup membuat saya takut. Tak lama, hampir semua hotel di kuta mati lampu. Saat itu pula ada isu angin topan yang menewaskan ratusan orang di nusa dua. Beberapa teman mencoba konfirmasi peristiwa tersebut kepada saya. Berita meninggal-nya ratusan orang tersebut memang hanya Hoax belaka, tapi memang benar terjadi angin topan yang cukup besar di penjuru Bali. Dan akhir-nya malam itu kami tidur tanpa menggunakan AC. Sigh.


28 Januari 2012

Kali ini benar - benar hari terakhir kami di Bali. Setelah packing saya hanya duduk - duduk di beranda hotel sambil menikmati sarapan butter pancake dan toasted. Anak - anak ada yang melanjutkan belanja dan berjalan - jalan di legian. Setelah selasai mandi dan rapih - rapih, kami diantar oleh bli sigit sampai ke terminal Denpasar untuk selanjut-nya melakukan perjalanan dengan bus ke pelabuhan gilimanuk. Kami berpamitan dengan beberapa teman yang kami jumpai di Bali dan berjanji akan menghubungi mereka jika suatu saat kembali lagi ke Pulau Dewata tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar