Hari itu, 18 Juli 2013 saya dan rombongan tim Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (unpad choir) akan bertolak meninggalkan Indonesia. Kami akan mengikuti kompetisi di Spanyol dan Festival paduan suara dunia di Perancis.
Pada tanggal 17 malam, setelah buka puasa terakhir di negeri sendiri saya segera bersiap - siap untuk berkumpul ke kampus unpad dipatiukur sebelum akhirnya kami akan berangkat ke bandara Soekarno Hatta bersama - sama pada tengah malam.
Pukul 3.20 menit kami sudah tiba di bandara internasionaL Soekarno Hatta. Saya panik bukan main karena orangtua saya belum juga tiba di bandara untuk membawakan koper dan perlengkapan lain sekaligus untuk berpamitan. Untungnya mereka tiba 1 jam sebelum waktu checkin tiba. Setelah sempat berbincang, akhirnya waktu checkin pun tiba.
Saya berpamitan dengan orangtua dan abang juga adik saya. Mengucapkan selamat lebaran terlebih dahulu karena kami tidak akan berjumpa pada saat idul fitri. Ya, saya berkelana di Eropa sampai tanggal 13 Agustus 2013. Dengan kurang lebih 28 hari. Pagi itu, saya menjadi pribadi yang cengeng. Berpamitan dengan keluarga tidak pernah sesedih ini.
Waktu boarding pun tiba. Saat di dalam pesawat, keadaan tidak begitu ramai sehingga saya bisa pindah ke seat yang lebih luas di row paling depan. Perjalanan ke Dubai memakan waktu hingga 7 jam lamanya. Untung airlines sekelas emirates sangat menonjolkan sisi hiburan dan makanannya pun cukup mudah diterima di lidah saya. Sepanjang perjalanan saya membunuh waktu dengan menonton film, drama seri, konser, mendengarkan musik hingga bermain game. Tidak lupa saya turut membuat repot pramugari dengan meminta beer, wine hingga baileys berkali - kali. Seperti yang teman saya ajarkan, jangan mau rugi dengan tarif flight kami yang berkisar 1.904 USD$. (iya, saya juga speechless).
Sesampainya di Dubai pukul 12 siang waktu setempat, cuaca di luar cukup panas. Runway taxi pesawat pun penuh dengan fatamorgana. Kami transit di Dubai selama 2jam untuk kemudian pindah ke connecting flight untuk menuju Madrid. Another 7 hours flight. Sigh.
Di Dubai, saya dan partner merokok saya, bang Hendy langsung sibuk mencari smooking room. Untung gate tempat kami boarding tidak jauh dari smooking room. Langsung saja kami bakar batang demi batang rokok sampai akhirnya jam boarding selanjutnya pun tiba.
Oiya, buat saya bandara intl Dubai kurang memenuhi ekspektasi saya sebagai bandara yang merupakan tempat transit berbagai pesawat dari penjuru dunia.
So, lets go to Madrid!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar