"Ayolah jalan, jangan cuma wacana mulu"
"Yaudah ayo, kemana?"
"Nih, ada Open Trip ke peucang, Ujung Kulon. Jumat-Minggu"
"Berangkat gak nih?"
"Sikat."
Dari sekedar obrolan di group chat yang sudah dari dulu diwacanakan adalah liburan bersama. Sebagai teman lingkungan rumah yang sudah mengenal satu sama lain sejak duduk di bangku Taman kanak - kanak, kami pun mendambakan liburan bersama - sama di masa akhir perkuliahan kami. Sehingga akhirnya kami memantapkan diri untuk ikut andil dalam open trip yang dilaksanakan oleh @Flocation_ID tersebut.
Setelah wara-woro sibuk mempersiapkan diri masing-masing via group LINE, akhirnya Jumat malam kami pergi ke meeting point yang sudah di janjikan di daerah Tangerang. Setelah berkumpul dan bertemu dengan peserta yang lain, akhirnya mobil travel elf kami pun berangkat sekitar pukul 21.30WIB.
Kami tiba di Daerah Taman Jaya pukul 06.15WIB. Setelah beristirahat sebentar, kami pun menyebrang ke pulau peucang dan menempuh perjalanan laut selama 2,5 jam di atas kapal. Agenda pertama yang kami lakukan adalah tracking di dalam hutan pulau peucang. Panjang track kurang lebih sepanjang 3KM. Kami banyak menemukan babi hutan, rusa hingga monyet. Di ujung track, telah menanti sebuah tebing dengan pemandangan pantai yang cukup indah mengarah ke laut lepas. I said it was "Uluwatu rasa Ujung Kulon".
Puas menikmati hamparan karang, kami kembali ke kapal dan ya, harus menempuh perjalanan membelah hutan sepanjang 3KM lagi. Sesampainya di lokasi awal, saya menemukan penjual minuman dingin dan tanpa pikir panjang saya membeli minuman yang menurut saya paling segar. Pilihan saya jatuh kepada minuman kemasan bersoda rasa lemon. Dan benar saja, rasanya seperti minuman tersebut dibuat di surga dan turunan para nabi. Hiperbola.
Selanjutnya, kami bersnorkeling di area pantai pulau peucang. Melihat gradasi airnya membuat rasa tidak sabar semakin menggebu. The reef, school fish and everything was perfect! Saya lagi - lagi dibuat jatuh cinta oleh alam Indonesia. Saya berenang tanpa menggunakan pelampung, agar lebih memudahkan saya mencapai dasar laut. Setelah cukup puas "dadah-dadah" dengan para ikan disini, kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat banteng dan badak (jika beruntung) di salah satu padang savana Taman Nasional Ujung Kulon. Namun sayangnya, kami hanya berkesempatan bertemu sapi dan kotoran - kotoran banteng.
Hari sudah mulai gelap, kami pergi ke pulau tempat kami menginap. Disana, terdapat dua buah penginapan yang dialiri listrik hanya pada pukul 18.00 sampai 05.00WIB. Setelah mandi dan makan malam, beberapa orang mengusulkan untuk berkumpul di dermaga sambil menikmati malam namun saya dan beberapa orang lainnya memutuskan untuk beristirahat dan tertidur tak berapa lama setelah rombongan yang ingin berkumpul di dermaga pergi.
Setelah sarapan keesokan harinya, kami segera pergi untuk naik kano dan menjelajah rawa yang ada di salah satu pulau. Setelah transfer ke kano, kami dibagi menjadi dua grup. Kami mengikuti alur rawa yang berbentuk seperti sungai selama hampir 30menit sampai akhirnya kami memutuskan untuk putar balik karna sudah tidak sabar untuk spot snorkeling berikutnya. Saat naik kano, handphone salah satu peserta yang berada di kano saya terjatuh ke dalam rawa yang ternyata dalamnya 10meter! Rusak lah mood si pemilik handphone untuk beberapa saat karena kehilangan handphone nya di tengah liburan seperti itu.
Spot snorkeling kali ini adalah Pulau Badul. Pulau kecil yang mungkin hanya seluas dua lapangan futsal. Berpasir sangat putih dan dikelilingi oleh terumbu karang yang sangat mengagumkan. Dari kapal, kami harus berenang kurang lebih 30 meter untuk mencapai pulau. Pemandangan lautnya jangan ditanya. Dari yang berada di kedalaman 5meter hingga benar bener berada 10cm dibawah perut saya (dalam posisi berenang) dan sukses membuat saya cukup panik.
Meski terik matahari pukul 12.00WIB sangat terik, tidak menyurutkan niat saya untuk mengelilingi pantai di pulau tersebut. Banyak school fish dan ikan - ikan laut yang berwarna warni. Karangnya pun terdiri dari banyak macam jenis. Sampai akhirnya kami harus segera kembali ke Taman Jaya menempuh perjalanan laut 1,5jam. Di Taman Jaya, kami mandi dan kembali makan sebelum akhirnya harus kembali menempuh perjalanan darat ke Tangerang. Dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon kami berangkat sekitar pukul 15.00WIB dan sampai di lokasi penjemputan awal sekitar pukul 23.30WIB.
What a journey.
Saya ingin kembali menikmati keindahan laut disana. Pasti.
Minus tracking.
#IndonesiaBagus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar