Minggu, 09 Februari 2014

A month of precious learning from people of Sukagalih village, Tasikmalaya, West Java.

Guna memenuhi 3 SKS yang diberikan oleh pihak universitas, maka saya pun mengikuti program KKN atau Kuliah Kerja Nyata mahasiswa selama 30 hari di daerah yang bisa kita pilih sendiri. Tiap fakultas di unpad memiliki jatah limit mahasiswa untuk tiap daerahnya. Dan pada tiap semester pun daerah plot akan berbeda pula. Untuk periode Januari - Februari ini saya bisa memilih Garut, Sumedang, Tasikmalaya dan Ciamis.

Setelah melakukan beberapa riset, saya memutuskan untuk memilih Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian saya mencari informasi mengenai desa apa saja yang tersedia dan memanfaatkan google untuk melihat keadaan disana. Akhirnya opsi A saya adalah salah satu desa di kecamatan Rajapolah. Mengapa? Karena berdasarkan data yang diberikan oleh google map, desa ini berada tepat dipinggir jalan raya nasional yang dilewati oleh berbagai bus tujuan Jakarta - Tasik dan sebagainya. Namun pada hari pendaftaran dikarenakan website kampus sempat mengalami crash akibat banyak yang mengakses pada waktu yang bersamaan, maka saya gagal mendapatkan opsi A saya.

Akhirnya saya berpaling ke opsi B yaitu desa Sukagalih, kecamatan Sukaratu. Saya dan Dinar sudah sepakat untuk mengikuti program KKN bersama - sama dan ditambah ada satu mahasiswa Fisip yang lain, yaitu Jamsan dari jurusan Adm. bisnis yang ternyata sudah terdaftar sebagai peserta KKN di desa tersebut.

Genap setelah 2 kali kami mengikuti pembekalan dan juga test KKN yang dilakukan oleh pihak kampus, akhirnya hari H keberangkatan telah tiba. Pagi itu pukul 6 pagi saya berangkat menuju kampus untuk mencari bis dan rombongan saya. Oh iya, mari saya perkenalkan genk KKN Desa Sukagalih, Kabupaten Tasikmalaya berikut ini :

1. Fernando : mahasiswa kimia yang juga bertindak sebagai koordinator desa yang telah banyak berjasa baik dalam hal birokrasi hingga hal - hal perlente lainnya.
2. Nay : mahasiswi sastra jerman yang cukup membantu saya di dapur dan jagoan poker ini masih punya cita - cita saat KKN yang belum terwujud. Melihat sunrise dari kawah gunung Galunggung.
3. Dinda : mahasiswi ilpus fikom ini mendapat panggilan baru, yaitu Botoh. Sering kali vokal di tiap forum dan bertindak sebagai dokumenter.
4. Audry : mahasiswi jurnalistik ini sering menjadi sasaran jahil saya. Apalagi melihat rambutnya yang sangat tebal membuat saya tiap hari ingin mengguntingnya. Menggunakan pisau rumput atau celurit pak tani.
5. Kevin : mahasiswa humas ini cacatnya luar biasa. Isi tempat sampah ada di dalam dirinya. Dan satu lagi, satu - satunya orang yang tiap pagi mengeluarkan kata sakti "Ray, tether dong".
6. Jamsan : mahasiswa Adm. Bisnis ini gila basket. Dan gila makan. Selalu protes jika menu makan yang keluar tempe dan tahu.
7. Faqih : mahasiswa ESP ini sesepuh genk Sukagalih. Rajin mengikuti undangan pengajian dan tiap doa belum afdol jika belum diamini olehnya.
8. Fadly : mahasiswa hukum ini teman SMA saya. Tidak menyangka akan satu KKN. Sifatnya masih gila seperti yang dulu.
9. Muthi : mahasiswa manajemen ini bagai pemilik rental. Laptop, ipad hingga ipod nya sering pindah tangan.
10. Dena : mahasiswa sastra jerman ini satu kamar dengan Nay. Selalu menjadi bahan godaan Kevin dan selalu dipaksa curhat oleh anak - anak.
11. Aisyah : mahasiswi sastra arab ini cukup pendiam. Tapi jika sudah bertemu air, Assalamualaikum.
12. Hanum : teman satu kelas Aisyah. Orang paling rajin yang gemar mencuci piring. Salut.
13. Rili : mahasiswi psikologi ini juga bertindak sebagai bendahara. Rajin memberikan masukan jika anak - anak mulai bertanya mengenai masalah psikologi kepadanya.
14. Ute : mahasiswi teknik pertanian ini termasuk yang paling tangguh. Salah satu yang sering saya isengin dan titip makanan jika pergi gereja ke kota.
15. Richard : wakil kordes yang kerjaannya lebih banyak nganggur dan disuruh membantu ini - itu. Ocehannya lebih sampah dari Kevin.
16. Dinar : no comment.
17. Saya.

Selama sebulan, banyak aktifitas yang kita lakukan. Seperti mengajar di beberapa sekolah. Saya beserta Hanum, Aisyah dan Dinda mengajar di SDN Sukagalih 1. Saat pembagian, saya bertugas mengajar bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan Sosial di kelas 3, 5 dan 6. Bukan hanya di sekolah, kami juga membuka les tambahan di posko tiap hari Senin - Jumat pukul 4 sore. Tiap hari banyak anak - anak SD hingga SMP yang datang untuk mengerjakan PR, belajar hingga hanya ingin berkunjung. Kami banyak mendapat kejutan - kejutan manis dari mereka. Dari kue tart, snack hingga surat yang dihias dengan bunga.

Kami juga mengunjungi sosialisasi caleg, musyawarah pengembangan desa dan lain - lain. Banyak kegiatan yang kami lakukan dengan berjalan kaki. Pernah saya, Muthi dan Dinda berjalan kaki 10 kilometer pp untuk mengikuti musyawarah di kantor kecamatan dan kembali ke posko untuk mengajar anak - anak sesuai jadwal rutin tiap sore. Kami juga sempat mendapatkan kunjungan dari rektor unpad secara langsung dan bertukar pikiran bersama - sama.

Selain program - program tersebut, kami juga menyempatka diri untuk berekreasi ke Gunung Galunggung dan juga beberapa kali mengunjungi Plaza Asia, mal paling manusiawi di Tasikmalaya serta TeeJay waterpark. Saya bahkan sempat potong rambut di salah sath salon yang berada di Plaza Asia tersebut.

Sekarang kegiatan tersebut telah usai. Semoga kita semua mendapat pelajaran dari program KKN tersebut dan semoga masyarakat Desa Sukagalih juga sedikit banyak  merasa terbantu dengan adanya kami. 

Terima Kasih  :
ALLAH SWT
Pak Januar selaku Kepala Desa yang sudah sangat membantu
Pak Rully selaku Dosen Pembimbing Lapangan
genk KKN Sukagalih
Warga dan aparat Desa Sukagalih
Kang Dede selaku ketua karang taruna
Yayasan Qolbun Salim
Keluarga Pak Obon, ibu, Ino, Oni dan Oceph.
UPTD Desa Sukagalih
Kepala Sekolah dan guru - guru sekolah di desa Sukagalih
Ibu Dede beserta keluarga
Dan lain lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar