P.s. : this is not blog berbayar yaa hahaha.
So, that sunday we are going to visit some of famous destination in Jakarta.
Setelah dirancang jauh-jauh hari akhirnya saya beserta Rifky, Barried dan Fanisha memutuskan untuk mengunjungi Museum Gajah, Monumen Nasional dan kemudian kawasan wisata Kota Tua. Dari awal kami sudah merencanakan untuk menitipkan mobil di parkiran mall blok m untuk kemudian lanjut dengan busway sembari mencoba tour bus baru yang ada di Jakarta. Namun setelah dipikirkan, lebih baik menitipkan mobil di parkiran Museum Gajah. Tarif parkir hanya Rp.4000 saja dan dijamin bebas panas karna semua kendaraan memiliki area parkir di dalam basement. FYI maksimal parkir hanya hingga pukul 17.00 yaa.
Mobil sudah terparkir dengan aman, kami pun masuk ke dalam Museum Gajah. Dengan biaya Rp.5000/orang kami juga mendapatkan souvenir berupa dvd Visit Indonesia 2014. Cool! Sayangnya hanya tidak ada peta yang berbentuk brosur dan hanya berupa peta besar yang berada di lobby museum. Ini adalah kali ketiga saya mengunjungi museum Gajah, dan pertama kali untuk teman - teman saya. Setelah puas melihat koleksi arca, keramik berbagai dunia hingga benda peninggalan khas tiap suku nusantara kami pun langsung menuju monas untuk sekedar berfoto di halamannya saja. Kenapa? Karena antrian menuju puncak sudah mengular.
Kami juga harus merelakan rencana menikmati tour bus dibatalkan karena banyaknya masyarakat yang juga antusias hingga si tour bus tidak berhenti di tiap station yang sudah di tentukan. Kami melanjutkan perjalanan ke kota tua dengan menggunakan busway. Setelah sampai di shelter kota tua, kami mengunjungi museum Bank Mandiri terlebih dahulu. Biaya masuk? Gratis. Namun sayang udara terasa sangat panas didalamnya.
Makan makanan kaki lima adalah agenda selanjutnya. Tepat di dalam kawasan wisata Kota Tua kita bisa mendapati banyaknya pedagang makanan dan minuman, baik tradisional hingga sosis bakar sekalipun. Fani, Rifky dan Barried memesan soto mie sedangkan pilihan saya adalah kerak telor seharga Rp.15.000. Belum puas, Barried dan Fani membeli pecel sayur lengkap dengan gorengan dan kerupuk seharga Rp.8000. Saya? Es Selendang Mayang, dong. Dengan Rp.5000 saya dapat menikmati jajanan yang dulu sering saya beli sewaktu kecil. Karena waktu sudah mepet, kami hanya sekedar berfoto di kawasan tersebut dan juga mencoba satu cafe baru di kawasan tersebut. Café Djakarte namanya.
Setelah puas dan waktu menunjukan pukul 16.30 kami segera beranjak untuk mengambil mobil di parkiran museum Gajah. Teman - teman kemudian melanjutkan perjalanan ke Jatinangor via Puncak, dan saya kembali ke rumah karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan saya hadir esok harinya.
Seru! Jakarta tidak hanya Mall melulu. Next saya mau explore museum-museum lain. Ada yang mau join? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar