Vaison-la-romaine adalah salah satu desa yang berada di daerah Perancis Selatan. Desa ini dan juga desa - desa disekitarnya terkenal akan hasil wine yang sangat nikmat. Rasteau adalah salah satu daerah penghasil wine terbaik di Perancis.
Saya dan tim PSM Unpad berkunjung desa Vaison-la-romaine atas undangan seorang juri lomba paduan suara di Swiss untuk mengikuti Summer Camp paduan suara terpilih seluruh dunia choralies. Disini, kami stay selama 10 hari.
Begitu tiba dari Marseille, kami semua terbelalak kaget melihat tempat tinggal kami selama 10 hari kedepan. Kami akan menghuni tenda - tenda tanpa lampu dan tidur di atas ranjang berbentuk seperti tandu. Kamar mandi pun merupakan kamar mandi portable yang diletakkan diatas kontainer-kontainer bekas yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Untuk makan pun kami harus berjalan kurang lebih 300-500 meter ditambah harus antri dengan 4000 penyanyi paduan suara dari seluruh dunia, dan semuanya self service pula.
Awalnya kami semua sangat ingin 10 hari kedepan berlalu dengan cepat. Namun ternyata setelah melewati sehari - dua hari, kami mulai terbiasa. Kegiatan yang kami lakukan selama festival berlangsung adalah dengan mengikuti kelas musik dengan komposer USA setiap harinya di Universitas yang berada di desa tersebut. Kami juga berkesempatan untuk berkenalan dengan para peserta dari berbagai negara seperti USA, Italia, Gabon, Afsel, Belanda, dan lain - lain. Selain itu, setiap harinya kita dapat menyaksikan penampilan - penampilan dari choir seluruh dunia yang tampil bergantian. Salah satu tempat konser yang paling ramai dijumpai dan juga sebagai center stage adalah theatré antique. Tempatnya sangat besar, merupakan tempat konser terbuka dan semuanya terbuat dari batu! Tribune tempat kami menyaksikan pertunjukkan terbuat dari batu - batu besar dan sanggup menampung kurang lebih 4000 orang. Selain tempat menakjubkan, pertunjukkan di thatré antique juga gratis!
PSM Unpad juga memiliki 2 jadwal konser selama di Vaison-la-romaine, yaitu di desa sebelah, rasteau dan juga theatré du nympheé. Alhamdulillahnya, PSM Unpad merupakan salah satu konser yang dipatok dengan harga tiket cukup tinggi oleh panitia penyelenggara, yaitu seharga €21/person. Selain tiket konser yang sold out, konser di theatré du nympheé diselenggarakan tepat pada waktu Idul Fitri, setelah kami semua menunaikan ibadah solat ied dan menjalankan tradisi bermaaf-maafan. Ya, ini adalah kali pertama saya berlebaran jauh dari orang tua, di Eropa.
Selain itu, para PPI dan pihak KJRI Marseille juga menepati janji mereka untuk menyaksikan penampilan kami di Vaison-la-romaine! Momen lebaran menjadi bertambah semarak karena kami kedatangan masyarakat Indonesia yang sangat mensupport kami di Eropa. Mereka juga membawakan ketupat dan sambelan udang! Yeay! Lebaran beneran! :')
Sebelum konser dimulai dan setelah solat ied saya menyempatkan diri untuk skype-an dengan keluarga besar yang sedang berlebaran di Jakarta. Sedih rasanya tidak bisa bersama - sama mereka di momen besar seperti ini. Namun mereka terus menguatkan dan mendukung saya :')
Selain mengikuti rangkaian acara festival summer camp tersebut, kami juga sempat berjalan - jalan menikmati suasana desa Vaison-la-romaine. Kami sempat ke sungai yang sangat jernih dan juga sangat dingin yang terletak di bawah jembatan desa yang sangat tersohor. Sampai keesokan harinya saya dan beberapa teman seperti teh Anis, bang Hendy, dan teh Gito menyempatkan diri kembali ke sungai untuk berenang! Sekitar 1 jam kami menikmati sungai sampai akhirnya kami menggigil dan memutuskan untuk pulang ke tenda. Selain itu juga kami mengunjungi kastil tua yang berada di atas bukit. Rumah warga dijalan sekitar menuju kastil tersebut sangat lah indah. Banyak pohon Anggur dan Blackberry disekitarnya. Karena banyak anggota tim yang belum pernah melihat dan mencicipi buah blackberry asli, semua langsung berebut memetik buah blackberry liar.
Hingga kemudian tidak terasa 10 hari telah terlewati. Kami pun harus berkemas untuk segera melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir di Eropa, Paris! Saat berpamitan dengan peserta camp lain, kami sempat memberikan kenang - kenangan berupa boneka wayang kepada peserta dari Gabon dan saya pun mendapatkan kenang - kenangan sebuah ciuman dipipi dari wanita Gabon!
Merci beaucoup, Vaison-la-romaine!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar